Thursday, 10 November 2016

Sedikit cerita

  Mimpi? Saat bermimpi kita diberi dua pilihan, bangun tidur lalu mewujudkan mimpi itu atau kita tidur untuk melanjutkan mimpi itu. Lalu aku? Aku kisahkan sedikit setelah aku lulus kuliah

Saat ini aku bekerja diBUMN, lalu? Dari dulu aku bermimpi untuk menjelajahi dunia mengarungi berbagai peradaban, kebudayaan, aku ingin mengarungi pelosok dunia. lalu aku mengidamkan hidup ditengah perang yang berkeamuk, karena esok hari adalah misteri yang tak bisa ditebak. Berdeda dengan hari ini yang sangat bisa ditebak esoknya?

Aku adalah orang yang haus tantangan, aku tak segan melawan mendobrak merusak aku selalu butuh tantangan baru. Lalu? Aku masih bergelora penuh tantangan.

Aku? Aku masih sama, berbahaya sadis segelintir orang bilang terlalu bodoh untuk menyia nyiakan sebuah bakat. Namun satuhal yang selalu aku jaga dari dulu, adalah mereka tak boleh tahu siapa aku, mereka tak sadar jika ada orang yang sangat berbahaya didekat mereka.

Mungkin itu yang menyebabkan bulan kemarin untuk pertama kalinya secara resmi ada yang meminta untuk bergabung dengan B**, konyol sekali aku menolak untuk bekerja melindungi negeri ini dibawah komando presiden, aku lebih suka menjaga pewaris bangsa dengan menjadikan mereka diri nusantara yang bangga.

Aku akan mengabdi pada negeri, namun bukan sekarang belum saatnya aku bergabung. Ingat aku bisa memprediksi sedikit tentang apa yang akan aku jalani dan bangsa ini hadapi, sedikit lagi sedikit lagi aku akan bergabung membangun negeri ini.
One step closer.

Monday, 7 November 2016

Mulai ngeblog lagi

Lama aku tak juga aku tak ngeblog. Mungkin karena sekarang pasion aku sudah berubah atau aku yang lagi galau menghadapi dunia. Dulu aku sering berkata, “aku ingin menjelajah nusantara yang luas, bertemu seribu bahasa lalu masuk kedalam labirin yang ujungnya tak bisa di tebak.

Lalu kemana aku sekarang, aku terdampar di BUMN. Lalu what.? Its just the begining. Aku yakin suatu saat aku akan kembali, kembali mengajar walau tak bayar pun aku rela untuk mencerdaskan bangsa ini. Aku akan kembali suatu saat, aku masih yakin pada generasi berikutnya akan membuat bangsaku lebih maju.

Lalu setelah ini?

Blogku akan kembali terisi oleh sastra, seni, dan kerinduan dengan sedikit bumbu politik.

Friday, 6 May 2016

Kutikung kau dengan bismilah




Dik, maafkan aku yang telah menjadi racun dalam nadimu
Menjadi api dalam darahmu, memanaskan jiwamu hingga berurai dungu
Dia yang memintamu membakar wajahmu, hingga tangismu tak sampai kepadaku
Dik, maafkan aku yang telah tertusuk rindu gelapmu
Hatimu yang sudah terbeli namun sungguh itu tidaklah terjual satupun
Hati tidak memilih pun juga dipilih oleh jiwa semu
Namun jiwa ini telah menuntunku menuju jalan cinta abadimu
Dik, aku mencintaimu yang telah memikat jiwa kosong di sisiku
Dik, dia mencintaimu, pun juga diriku
Dia telah berpacu dengan waktu, namun waktu tak mau menunggu
Tidak ada pemenang pun juga yang kalah, yang tersisa hanya senyum rindu
Seperti kecapi itu yang terikat, namun ia merasa bebas dengan nada syair lagu
Ikatan yang membelenggu itu adalah jiwa penganggu yang mengikatmu
Namun, syair yang bebas adalah jiwaku bersamamu
Kawan, maafkanku karena dengan bismilah telah ku tikung kau
Seperti kecapi itu yang terikat, namun ia merasa bebas dengan nada syair lagu
Syair yang bebas adalah jiwaku bersamamu dik.

2 rings



Two rings,
 it’s just a symbol, sometimes it be meaningful.
Meaningful or meaningless? It’s just a time. Time was not friend, it sent me in past. Seven years, three years or four years it just time lying. It never says the truth. Never, never till she gone, all have gone
And I am late to see you, and meet to you, when I know you, you have another guy. Am I sad? It’s just time lying.

Thursday, 7 April 2016

Kata yang dirindukan


.
Aku sudah tak bisa mengerti lagi arti dari seni sebuah kangen.
karena kangen tak juga tampakan wujudnya
.
aku tak bisa lagi uraikan kata kangen, karena hampir habis kataku untuk mengurainya
mungkin kangen sendiri yang dapat menguraikan kata kangen
.
aku sudah katakan, kau adalah api dari lautan kata kataku, racun dalam darahku, bulan dalam gelapku.
namun mungkin benar ada benang tipis antara kangen dan restu.
hingga aku takut pada kangenku sendiri.
.
bersembunyi dalam kangen, dengan tawa dan senyum gila.
mengenang kangen tanpa restu itu.
.
bila aku dalam kangen, maka aku buka kembali pesan pesan yang membakar jiwa itu.
.
dan satu tahun itu, satu kata yang selalu kutunggu, adalah saat kau berkata "al".
cukup untukku senyum satu tahun lagi, meski jalan kerumah bercabang.
.
(malioboro express solo-jogja)