Dia adalah potongan dari rangkaian sayap putih cinta.
Dia adalah bidadari yang hinggap dan kian berlalu lalang dalam nuansa bening.
Apa kau mendengar aku bicara dengan sura yang nyaring hingga si tuli itu bisa
mendengarku. Apa kau melihat dalam kesederhanaanku bahkan si buta itu dapat
melihat apa yang aku kalukan. Apa kau lihat di senyumku yang ranum hingga tiap
orang aku buat tak kuasa. Aku adalah anugrah yang terindah tuhan untukmu. Aku
adalah rangkaian mimpi mimpi indah dalam tidurmu, adalah lantunan do’a yang
selalu kau panjatkan di setiap dekapanmu.
Aku ada untukmu, dan kita ada untuk selama lamanya.
Karena aku adalah bidadari yang telah turun untuk menhapus lukamu, yang akan
menghapus sakitmu untuk merasakan keindahan dekapan cinta. Aku disini
menunggumu, menunggu sampai kau dirikan tiang penyangga hati yang kokoh.